By : Marsigit
Reviewed by: Ridha Esty Argarini/P.Matsub’09/UNY
Pemerintah Indonesia berusaha keras dalam bidang pendidikan untuk segera dapat mengimplementasikan kurikulum baru yang telah disusun yang disebut dengan KTSP yaitu kurikulum yang diperuntukkan bagi pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan secara efektif mulai tahun ajaran 2006/2007. Kurikulum ini berbeda dengan kurikulum yang sebelumnya yaitu kurikulum 1994, karena pada kurikulum 1994 isinya adalah 80% berupa pendidikan yang berorientasi nasional sementar kurikulum baru yang telah dirancang yaitu KTSP 80% materinya berorientasi pada pendidikan yang bersifat lokal. Nantinya diharapkan dengan adanya kurikulum KTSP ini maka masing-masing daerah dapat mengembangkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah dan potensi daerahnya masing-masing.
Pengembangan kurikulum perlu dipelajari lebih komperhensif dan mendalam atas segala aspek yang ada di dalamnya, berikut ada setidaknya enam hal yang dapat digunakan sebagai panduan (Marsigit,2003):
1. Kesempatan belajar matematika untuk semuanya
2. Kurikulum bukan hanya sekedar kumpulan dari hal-hal pokok tetapi juga harus mencerminkan aktivitas matematika yang logis
3. Dalam pembelajaran matematika perlu sebuah teori yang logis tentang aktivitas siswa, kesiapan mereka untuk belajar dan kesiapan guru menjalankan perannya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran
4. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan konsep matematika dengan cara mereka sendiri
5. Perlu adanya pengembangan metode penilaian
6. Menggunakan berbagai macam jenis sumber referensi
Sementara itu untuk mengembangkan kurikulum matematika perlu adanya pengembangan: panduan untuk mengembangkan silabus, panduan untuk mengimplementasukan kurikulum, mempersiapkan materi dalam bentuk handout ataupun lembar kerja siswa, keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum, sosialisasi dan penyebaran informasi mengenai kurikulun yang sedang dikembangkan, monitoring penyelenggaraan kurikulum secara tetap.
Monitoring dilakukan untuk mengetahui keunggulan, kelemahan dan penyelenggaraan kurikulum baru tersebut. Sejauh ini dari hasil monitoring masih ditemukan beberapa guru yang masih mengalami kesulitan dalam menerapkan kurikulum baru yang diberlakukan, beberapa diantaranya juga kesulitan dalam mengembangakan lembar kerja siswa, pembelajaran matematika yang kontekstual dan menentukan variasi alat peraga yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi harus lebih intensif dilakukan, guru yang pengewas harus lebih aktif lagi dalam melakukan monitoring, perlu adanya dukungan terhadap pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk guru yang merupakan salah satu dari aktivitas mengajar, serta perlu adanya penyebaran informasi mengenai metode pembelajaran yang terkini. Walaupun masih memerlukan banyak pengembangan akan tetapi penerapan kurikulum yang disebut KTSP ini menjadi langkah awal bagi para guru matematika untuk beralih dari tipe pembelajaran tredisional ke arah pembelajaran dengan metode yang lebih modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar