Selasa, 04 Oktober 2011

Promoting Primary and Secondary Mathematical Thingking Throungh the Series of School-Based Lesson Study Activities


By : Marsigit
Reviewed by : Ridha Esty Argarini/P.Matsub’09/UNY

                Tujuan belajar adalah untuk mengembangkan berfikir secara matematika pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dan sekolah menengah. Kerangka dasar teorinya berasal dari gagasan Katagiri tentang befikir secara matematka yang terdiri dari tiga komponen yaitu : sikap terhadap matematika, nmetode yang digunakan untuk belajar matematika, dan isi dari pembelajaran matematika.
Pada KTSP telah dijelaskan bahwa matematika di sekolah dasar dan sekolah menengah haruslah mendukung siswa untuk berfikir secara logis, sistematis, analitis, kritis, kreatif dan dapat mengolaborasikan keseluruhan hal tadi dengna baik. Untuk dapat membuat pembelajaran proses belajar mengajar matematka di sekolah lebih efektif guru perlu untuk mengembangkan sumbeh pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi informasi, alat peraga dan pemanfaatan media lainnya.
                Berdasarkan kurikulum tujuan dari proses belajar mengajar matematika diantaranya adalah:
1.       Siswa dapat memahami konsep matematika, menjelaskan hubungan antar konsep dalam matematka dan mengaplikasikannya untuk menyelesaikan soal dengan tepat dan efisien.
2.       Mengembangkan kemempuan berfikir untuk mempelajari pola dan kerakteristik matematka yang berguna dalam manipulasi yang bertujuan untuk memperoleh kesimpulan yang berlaku secara umum, serta untuk membuktikan teori atau dalil yang sudah ada dalam matematika.
3.       Mengembangkan kemampuan penyelesaian masalah yang menunjukkan pemahaman terhadap masalah, menggambarkan suatu masalah ke dalam bentuk matematika dan menyelesaikannya.
4.       Mengkomunikasikan gagasan matematka melalui simbol, tabel, diagram dan media lainnya, serta mengembangkan pembahasan tentang penggunaan atau aplikasi matematika dalam kehidupan sehar-hari.
Pendekatan Matematika Realistik
Berdasarkan pemahaman ini maka pembelajaran matematika hendaknya beranjak dari suatu permasalahan nyata dan pemahaman tentang konteks dari permasalahan matematis tersebut.
Aspek-aspek dari berfikir matematis
Katagiri (2003) menyampaikan bahwa ada beberapa aspek dari befikir matematis diantaranya:
1.       Berfikir matematis dihubungkan dengan sikap
2.       Berfikir matematis  dihubungkan dengan metode matematis
3.       Berfikir matematis dihubungkan dengan isi dari matematika
Pembelajaran berdasarkan KTSP, memberikan ruang bagi guru untuk ikut serta memiliki peran dalam mengembangkan tujuan dari lesson study dengan pendekatan pedagogik yang konsisten guna memberikan pelayanan bagi kebutuhan siswa dalam proses pembentukan sikap berfikir matematis. Beberapa langkah yang dilakukan guna pengembangan KTSP diantaranya: rekruitmen guru, pengembangan tema, perencanaan lesson study, dan persiapan observasi serta refleksi.
Fakta-fakta telah membuktikan bahwa dalam hal pendekatan realistik cara berfikir matematis dapat dibentuk melalui identifikasi permasalahan matematka seara lebih spesifik, membuat skema, merumuskan dan menggambarkan masalah dengan berbagai cara yang berbeda, menemukan hubungan, menemukan aturan dan mengubah permasalahan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam model matematika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar