Refleksi Perkuliahan
Filsafat Pendidikan Matematika
Nama : Ridha Esty Argarini
NIM : 09301241008
Prodi : Pendidikan Matematika
2009
1.
Pertanyaan :
Apakah hakekat angin?
Jawaban :
Dimensi yang paling
primitif dari suatu obyek filsafat adalah
intuitif, termasuk juga
sejak kapan kita mengenal angin. Jika tidak mampu ditemukan jawaban secara pasti atas suatu pertanyaan
mengenai hakekat suatu hal maka hal tersebut termasuk hal yang intuitif,
manusia sering melakukan hal ini sehingg termasuk juga
ke dalam kaum intuisionism khususnya dalam hal angin.
Intuisi merupakan hal yang sangat
penting, karena 90% bagian hidup manusia
merupakan intuisi. Intuisi muncul karena ada hal yang tidak bisa didefinisikan.
Jika dipaksakan untuk dibuat definisi, maka
dikhawatirkan akan berbeda artinya.
Imanuel Kant membuat 12 kategori di dalam
pikiran. Cara membentuk kategori tersebut melalui intuitif. Setelah terbentuk,
kemudian kategori tersebut digunakan untuk berpikir kembali. Dalam filsafat
dikenal 4 tahap komunikasi, yaitu material, formal, normatif, spiritual. Angin dapat diartikan
secara material maupun formal yaitu angin dapat berupa badai, topan, yang lazim
dipakai dalam bentuk formal. Normatif artinya kajian keilmuan dari angin,
misalnya secara fisika, tapi jika merupakan gejala alam dapat menonjol dari
ilmu bidangnya, misalnya dari bidang geografi, angin adalah pergerakan. Angin
secara spiritual dapat dicari di kitab suci, jika tidak ditemukan penjelasan mengenai angin berarti
pemahaman angin hanya sampai pada bentuk normatifnya.
2.
Pertanyaan :
Apakah hakekat dari perceraian?
Jawaban :
Arti kata
cerai dapat dilihat pada dokumen resmi, misalnya dalam
undang-undang perkawinan. Ini menunjukkan
arti perceraian secara formal. Sedangkan ecara
spiritual arti perceraian dapat
dipahami berdasarkan dasar-dasar agama. Normatifnya dapat dilihat dari baik
buruknya suatu perceraian.
3. Pertanyaan : Dalam suatu pernikahan, bila suami/istri
dan orang tua sama-sama
membutuhkan
bantuan, manakah yang seharusnya didahulukan?
Jawaban :
Yang diutamakan dalam permasalahan ini adalah
komunikasi. Solusinya adalah
komunikasi yang baik.
4. Pertanyaan : Apakah hakekat keyakinan dan kepercayaan
dalam tinjauan agama?
Jawaban :
Terdapat
term yang berkembang dalam pemahaman
suatu kata,
makna kepercayaan dapat
naik pagkat atau
naik derajat. Setelah ada persoalan lalu disebutlah apa itu kepercayaan. Selain itu, terdapat juga kata dalam bahasa yang mengalami kemunduran,
misalnya bekas. Dulu
kata bekas dapat digunakan untuk
menunjuk hal yang berhubungan dengan manusia,
namun sekarang sudah tidak
lazim lagi, sekarang lebih sering menyebutnya sebagai mantan.
Kalimat-kalimat dapat
mengalami reduksi. Secara formal
terdapat juga undang-undang yang mengatur
kepercayaan, hal ini
dapat dilihat dalam dokumen-dokumen yang relevan.
5. Pertanyaan : Bagaimana menanggapi keadaan agar tidak
semakin terpuruk?
Jawaban :
Sebagai
contoh musibah yang terjadi di Amerika, orang yang memiliki wewenang lebih tinggi menghibur korban yang
terkena musibah. Hal
ini karena mungkin saja jika yangmenghibur adalah orang yang secara derajat
sama, malah tidak akan didengarkan dan tidak memiliki dampak.
Cara menanggapi keadaan
terpuruk adalah dengan ikhtiar dan berdoa.
Karena terkadang merasa terpuruk pun juga bisa menjadi anugerah.
6. Pertanyaan : Bagaimana cara menumbuhkan semangat
ketika gagal?
Jawaban :
Setiap hal yang ada dan
yang mungkin ada dapat digunakan sebagai
memotivasi. Melihat
ke arah bawah akan memunculkan perasaan
lebih bersyukur dan kemudian akan termotivasi.
Menentukan tujuan hidup dan
memanfaatkan kesempatan yang ada
juga merupakan salah satu solusi. Cara selanjutnya
adalah melalui komunikasi yang baik.
7. Pertanyaan :
Mengapa ada pro dan kontra? Apa sebabnya?
Jawaban :
Pro dan
kontra adalah merupakan kodrat dan sunatullah. Tuhan
menciptakan segala sesuatu yang
bertolak belakang, misalnya
saja laki-laki dan perempuan, siang dan malam. Dalam hidup
selalu muncul pro dan kontra. Pro
dan kontra dalam pikiran adalah ilmu.
Tetapi jika di dalam hati itu merupakan
godaan syeitan.
8. Pertanyaan : Apakah hakekat perubahan?
Jawaban:
Hakekat merupakan
ontologi yang epistemologinya tidak dapat
dipisahkan. Jika dilihat dari ilmu bidangnya, perubahan adalah berubahnya sesuatu
hal misalnya karena reaksi kimia.Sedangkan kata berubah pun juga bisa merupakan
pengertian secara intuitif.
9. Pertanyaan : Jika ada dua orang,
satu orang tua satu yang lebih muda. Orang tua
dapat
disebut dewa bagi yang lebih muda, tapi disisi lain orang yang
lebih
muda tersebut dapat juga disebut dewa. Apakah syarat-syarat
disebut
dewa?
Jawaban:
Segala sesuatu dapat
disebut dewa dilihat berdasarkan pada
ruang
dan waktunya.
Setiap hal yang ada dan yang mungkin ada dapat berupa dewa. Tapi yang satu hal
yang tidak dapat dikejar atau dilampaui adalah usia.Berdasarkan pada usia, maka
yang lebih tua adalah dewa bagi yang lebih muda
10. Pertanyaan :
Bagaimana
telaah cara membedakan hasil berpikir filsafat?
Jawaban :
Berfikir secara filsafat dapat dilihat
dari kerangkanya. Berpikir filsafat meliputi
ontologism, epistemologis,
dan aksiologis. Berfilsafat memiliki
sifat ekstensif dan intensif.
11. Pertanyaan :Mengapa
ada gejala alam yang
semakin kompleks?
Jawaban:
Semakin orang berubah
menjadi tua, justru cara melihatnya akan semakin sederhana karena terdapat
hal-hal yang telah dilupakan, namun jika hal-hal tersebut dilihat secara
kompleks maka kita telah mampu memahami kekompleksan tersebut.
12. Pertanyaan :Apakah
segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dapat
dikatakan
sebagai ciptaan Tuhan?
Jawaban:
Segala
sesuatu yang ada dapat dikatakan hanya sebagian dari
ciptaan Tuhan, sebagian ciptaan yang lain misalnya adalah rahmat dan keyakinan.
Yang diciptakan bagi diri kita itu belum seberapa. Akan tetapi manusia tidak
akan mampu emahami keseluruhan dari ciptaan Tuhan dikarenakan banyak hal,
misalnya saja orang di Inggris yang tidak akan mampu memahami kota London dikarenakan
mereka sibuk dengan ciptaannya sendiri. Setiap yang ada dan yang mungkin ada
wajib disyukuri karena semua itu merupakan rahmat Tuhan. Akan tetapi jika disadari,ternyata
dari setiap yang ada dan yang mungkin ada mempunyai potensi untuk menjadi
sumber dosa, sehingga selain bersyukur yang hendaknya dilakukan juga adalah memohon
ampunan.
Pertanyaan : Bagaimana
penjelasan engenai motivasi secara filsafat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar