Minggu, 06 Januari 2013

Aliran-aliran Filsafat Berdasarkan Obyeknya dan Konsep Menembus Ruang dan Waktu



Refleksi Perkuliahan
Filsafat Pendidikan Matematika
Nama   : Ridha Esty Argarini
NIM    : 09301241008
Prodi   : Pendidikan Matematika 2009

Berfilsafat adalah olah pikir, oleh pikir yang dapat dilakukan sendiri ataupun bersama-sama Berfilsafat harus menggunakan referensi, referensinya adalah pikiran para filsuf, oleh karena itu membaca pikiran para filsuf dengan membaca karya-karyanya adalah penting.
Macam-macam filsafat dapat dibedakan tergantung dari objeknya, objek dari filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Akan tetapi obyek ini dapat dipersempit lagi. Pada jaman Yunani kuno orang berpikir mengenai segala sesuatu terbuat dari apa, bumi terbuat dari apa, bulan terbuat dari apa, tanah terbuat dari apa. Jika obyeknya adalah tentang diri manusia maka filsafat itu adalah filsafat manusia. Jika obyeknya mengenai hal-hal yang berkatian dengan spiritual filsafatnya adalah filsafat spiritual atau teologi  atau disebut juga sebagai filsafat ketuhanan.
Filsafat membagi menjadi obyek menjadi dua macam yaitu obyek yang ada di dalam pikiran dan obyek yang ada di luar pikiran. Yang dapat dilihat, dapat didengar, dan yang dapat diraba itu merupakan obyek di luar pikiran. Tetapi jika memejamkan mata maka yang dilakukan adalah memasukkan obyek-obyek tersebut dalam pikiran. Misalkan, jika melihat handphone maka obyek handphone tersebut berada di luar pikiran, tetapi ketika memejamkan mata dan masih mengingat bentuk handphone maka yang telah dilakukan adalah memasukkan handphone ke dalam pikiran, sehingga handphone yang ada dalam pikiran tersebut memiliki sifat ideal atau dapat dikatakan bersifat tetap , dalam hal ini obyek yang diluar pikiran sifatnya adalah berubah. Yang didalam pikiran atau tetap tokohnya adalah Plato sedangkan yang diluar pikiran atau berubah tokohnya  adalah Aristoteles. Obyek pikir yang diluar pikiran menghasilkan filsafat yang bernama realism sedangkan  yang berada di dalam pikiran menghasilkan filsafat yang disebut dialeg.
Berdasarkan banyak obyek filasafat disebut monoisme apabila obyeknya banyaknya adalah satu, monoisme jika obyeknya dua dan pluralism jika obyeknya banyak. Obyeknya satu atau disebut juga monism itu maksudnya adalah yang benar satu, dan yang benar satu itu merefer pada kausa prima yaitu Tuhan. Sehingga aliran filsafat dapat berasal dari dimana obyeknya, macam-macam obyeknya lokasi obyeknya, dan karakteristik obyek.
Sejarah perkembangan filsafat sampai pada filsafat modern dan filsafat kontemporer. Setiap yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai filsafatnya, karena hal tersebut merupakan urusan dunia. Termasuk dalam urusan manusia karena keterbatasan pikiran manusia ketrbatasan ini sekaligus menjadi rahmat dari Tuhan. Ketidaksempurnaan manusia membuat manusia bisa membedakan, contohnya adalah manusia tidak dapat hidup di air karena keterbatasan manusia, dengan demikian manusia dapat membedakan kondisi di air dengan kondisi di daratan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu membawa rahmat bagi manusia jika manusia mampu manggalinya.
Sering disebutkan istilah menembus ruang dan waktu. Menembus ruang dan waktu jika digambarkan adalah seolah-olah seperti makhluk yang luar biasa yang super atau mungkin setengah dewa yang bisa menembus ruang dan waktu. Menembus ruang dan waktu sesungguhnya adalah mengalami perubahan atau melakukan perubahan. Upaya untuk menembus ruang dan waktu memiliki sifat berdimensi. Siapa yang menembus ruang dan waktu ? yang menembus ruang dan waktu adalah subyeknya, subyeknya siapa? subyeknya adalah dirimu atau diriku atau diri yang lain.
Waktu menurut Immanuel Khant, dikategorikan menjadi 3 macam yaitu waktu yang berurutan, waktu yang berkelanjutan dan waktu yang berkesatuan. Maksudnya waktu berkesatuan itu adalah waktu tidak dapat dipisah-pisah. Begitu pula dengan dimensi ruang yang dapat dikategorikan menjadi bermacam-macam, ada dimensi nol, dimensi satu, dimensi dua, dimensi tiga, dan seterusnya, tetapi ini adalah teori atau aksioma dari ruang.  Dalam kenyataanya yang sebuah tempat yang sedang ditempati seseorang adalah juga ruang.
Dengan bahasa analog dapat dikatakan ruang itu adalah pikiran. Ruang meliputi yang ada dan yang mungkin ada, jadi setiap yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai ruangnya masing-masing. Ruang terdiri dari wadah dan isi, maka segala yang ada dan yang mungkin ada itu pasti memiliki wadahnya. Tanpa wadah maka tidak akan ada isi dan tanpa isi maka tidak akan ditemukan wadah. Untuk dapat mengetaui ruang, ternyata harus mengetahui waktu. Demikian juga untuk mengetahui waktu maka harus mengetahui ruang. Karena sebenar-benar ruang dan sebenar-benar waktu itu hanya di dalam pikiran atau dapat dikatakan hanya merupakan sebuah intuisi. Agar bisa memahami ruang yang digunakan adalah intuisi, dan tidak menggunakan definisi. Definisi diperlukan tetapi  hanya sebagai pertolongan, karena pada akhirnya ruang bisa ditemukan karena intuisi.
Ruang dibuat mulai dari material, formal, normatif dan spiritual. Material adalah bentuk fisiknya, contohnya adalah tampilan manusia masing-masing. Formal adalah yang ditulis secara resmi. Yang material adalah yang konkrit sedangkan normatif adalah ilmunya. Contoh dari normatif adalah baik buruk, tata karma dan aturan. Berdasarkan hal ini, telah ditemukan empat ruang secara hierarki.
            Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu meiliki ruangnya msing-masing sehingga dapat diciptakan ruang yang lain. Mamahami ruang dimensi nol, dimensi dua, dimensi tiga hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang mampu memikirkannya, anak kecil belum mampu memikirkannya. Karena untukmemahami ruang tersebut tidak menggunakan cara intuitif tetapi menggunakan bentuk-bentuk formal atau aksiomatik.
Orang yang berilmu dalam pendidikan matematika adalah orang yang sopan dan santun terhadap yang ada dan yang mungkin ada di dalam pendidikan matematika. Santun itu berarti mengerti, menghayati, memahami kamudian merefleksikan.
Sistem telah menempatkan spiritual pada tingkat paling atas, sebagai hal yang pokok dan sebagai pedoman. Tidak ada satu unsur pun dalam hidup ini yang terbebas dari unsur spiritual. Disisi lain yang dihadapi adalah gejolak dunia yang merupakan pengaruh dari globalisasi yaitu pengaruh dari sang power now. Power now memiliki empat ujung tombak yaitu kapitalisme, fragmatisme, utilitarian dan hedonisme. Kapitalisme artinya segala sesuatunya diukur dari laju perubahan ekonomi. Utilitarian artinya segala sesuatu diukur dari sisi manfaat. Fragmatisme menghasilkan budaya serba cepat, praktis dan anti filsafat. Hedonisme merupakan limbah yang disebabakan oleh kapitalisme, sehingga seseorang hanya mengejar rasa senang dan kenikmatan dunia sehingga lupa dengan norma-norma agama.
Power now menciptakan dunia mereka yang tingkatannya dari bawah adalah arkaek, tribal, tradisonal, feodal, modern, post modern, post post modern. Agama diletakkan di tengah yaitu di tradisional, maka orang beragama bagi dunia barat adalah kelompok yang kurang favorit.
Ruang itu juga merupakan salah satu bentuk dari kategori atau klasifikasi. Bentuk material dari manusia adalah tubuhnya atau bagian fisiknya, bentuk formal dari manusia adalah karya-karyanya, dan bentuk normative dari manusia adalah ilmu atau pikirannya. Jadi sebenar-benar diriku secara normatif adalah pikiran, sedangkan diriku secara spiritual adalah doa-doa atau amal.
Menembus ruang dan waktu itu tergantung pada apa yang dimaksud apakah materialnya, formalnya, normatifnya atau spiritualnya. Contohnya seorang dosen, namanya sampai pada meja menteri, maka secara formal telah menembus ruang dan waktu. Secara material bahkan, batu pun dapat menembus ruang dan waktu, karena batu tidak dapat terbebas dari hukum perubahan menembus ruang dan waktu, karena batu pun mengalami hari Senin, hari Selasa, dan seterusnya. Menembus ruang dan waktu merupakan hal yang berdimensi dan mengikuti yang ada dan yang mungkin ada. Sebenar-benar manusia secara material formal tidaklah memiliki hal yang sama.  Menembus ruang dan waktu antara manusia satu dengan manusia yang lain secara formal dan material adalah berbeda-beda.
Menembus ruang dan waktu dilakukan dengan menggunakan metode yang ada dalam pikiran subyeknya, contohnya adalah bagaimana sebuah batu permata dipakai oleh seseorang yang masuk ke istana, sehingga batu tersebut telah menembus ruang dan waktu metodenya adalah dengan menempel pada tangan seseorang.
Berikutnya yang perlu dipahami berkaitan dengan menembus ruang dan waktu adalah fenomenologi, fundasionalisme dan antifundasionalisme. Fenomenologi adalah karya cipta, filsuf yang bernama Husserl, dasarnya ada dua yaitu abstraksi dan idealisasi. Abstraksi yaitu memilih atau reduksi dan idealisasi adalah menganggap sempurna. Kodrat manusia adalah reduksi. Maka hidup itu adalah pilihan. Disamping memiliki potensi untuk memilih manusia juga terpilih oleh Tuhan. Manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan, contohnya manusia tidak adil terhadap obyek yang ada di belakang kepalanya, karena tidak pernah dilihat. Sehingga filsafatnya disebut dengan reduksionism atau terpilih.
Semua yang tidak dapat dipikirkan, dan tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia tinggal di rumah epoke, sehingga semua yang tidak dipikirkan oleh manusia berarti telah dimasukkan pada rumah epoke. Hal ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk belajar, misal belajar tentang segitiga, maka tidak perlu dipikirkan segitiga berwarna merah, atau yang lainnya yang terpenting adalah besaran dan ukurannya saja sisanya ditaruh pada rumah epoke.
Berikutnya adalah mengenai fundasionalisme. Semua makhluk beragama adalah kaum fundasionalisme, karena semua orang beragama telah menetapkan Tuhan sebagai kausa prima yaitu sebab dari segala sebab. Tidak ada sebab lain yang mendahuluinya. Kaum fundasionalisme mempunyai fondasi, fondasinya adalah permulaan. Hakikat manusia adalah fundasionalisme, tetapi itu baru separuhnya, karena semua manusia mempunyai keterbatasan, sehingga sebagian besar manusia tidak mampu mengenali banyak permulaan.
Tidak ada orang di dunia ini yang mampu mangatakan sejak kapan dia mengenal besar dan kecil ini merupakan salah satu contoh dari antifundasionalism, filsafatnya disebut antifundasionalisme. Dalam antifundasionalisme tidak dibutuhkan definisi serta tidak memiliki permulaan. Inilah yang kemudian disebut dengan intuisi, atau intuisionisme. Intuisi terjadi dan orang tidak menyadarinya. Intuisi adala ruh yang dimiliki anak kecil, karena anak kecil belajar melalui intuisi bukan dari definisi. Contohnya adalah angka dua, bilangan dua adalah intuisi karena sejak seorang anak lahir ia sudah megetahui bahwa tangannya  dua, telinganya dua, lubang hidungnya dua, hal ini sudah cukup untuk memberikan pemahaman pada anak tentang dua. Hal-hal seperti ini tekadang dilupakan oleh guru, sehingga dalam matematika sering kali yang tejadi adalah permasalahan datang bukan dari anak tapi dari orang dewasa yang telah kehilangan intuisi dan selalu menggunakan definisi.  
Untuk memahami hakekat diperlukan kesadaran, sehingga seseorang harus cukup sadar untuk dapat memahami. Saat ini moral yang tidak baik seperti korupsi dan lain sebagainya muncul dikarenakan intuisi yang hilang dan sudah terpengaruh oleh kapitalisme atau power now. Manfaat dari belajar filsafat salah satunya adalah untuk merebut kembali intuisi yang telah hilang, Intuisi matematika bagi anak adalah kegiatan, atau aktivitas yang dilakukan oleh anak.
Agar dapat mampu secara efektif dan secara profesional menembus ruang dan waktu maka bekalnya adalah fenomenologi, abstraksi, idealisasi, kemudian kesadaran akan fundasionalisme, karena pada prinsipnya semua manusia adalah fundasionalisme tetapi juga sekaligus antifundasionalisme. Inilah yang disebut bahwa hidup adalah kontradiksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar