By: Marsigit
Reviewed by: Ridha Esty Argarini/P.Matsub'09/UNY
Berbagi pandangan tentang matematika adalah hal yang dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, pertumbuhan perekonomian dan pengembangan perekonomian anggota APEC, tak terkecuali juga pengembangan pendekatan pembelajaran matematika melalui Lesson Study diantara negara-negara anggota APEC. Lesson study merupakan suatu metode pembelajaran yang diambil dari pendidikan di Jepang.
Pamikiran matematika (Ono Y : 2006) adalah dasar bagi berbagai macam tipe berfikir, dan dengan mempelajari matematika siswa dapat belajar tentang logika dan cara berfikir yang rasional. Selanjutnya akan dibahas mengenai beberapa karya dari para pemikir di dunia pendidikan berdasarkan pada berbagai macam konteks dan budaya untuk memberikan pandangan tentang pemikiran matematika.
1. Konteks Orang Australia: Karya Stacey Kaye
Dalam konteks orang Australia, Stacey,K (2005) mengungkapkan bahwa guru harus memahami bahwa untuk dapat menyelesaikan masalah dengan matematika dibutukan kemampuan dan kecakapan termasuk diantaranya: memiliki kemampuan matematika yang memadai, kemampuan berfikir secara umum, pengetahuan tentang strategi heuristik, kepercayaan dan tingkah laku yang baik, kapribadian, dan kemampuan untuk menyampaikan solusi.
2. Konteks Orang Inggris: Karya David Tall
David Tall (2006) berpendapat bahwa usaha guru dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa hanya pada saat tes saja tidaklah cukup untuk mengembangkan pemikiran matematika yang kuat.
3. Konteks Orang Taiwan: Karya Fou Lai Lin
Fou Lai Lin (2006) membuktikan bahwa kegiatan mengira atau menerka dalam pemikiran matematika merupakan proses yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah, dan mengembangkan kemampuan membuktikan.
4. Konteks Orang Jepang: Karya Katagiri
Katagiri (2004) menegaskan bahwa kemampuan yang paling penting yang dibutuhkan oleh seorang anak untuk bertahan di masa sekarang maupun di masa yang datang bukanlah kemempuan untuk menjalankan tugas dan perintah dengan benar dan cepat tetapi lebih kepada menetukan sendiri apa yang harus mereka lakukan.
5. Konteks Orang Singapura: Karya Yeap Ban Har
Yeap Ban Har (2006) menggambarkan bahwa di Singapura, pendidikan mempunyai fungsi ekonomi. Pendidikan mempersiapkan siswa untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja.
6. Konteks Orang Malaysia: Karya Lim Chap Sam
Lim Chap Sam (2006) mempelajari bahwa di dalam konteks orang Malaysia ada 3 komponen utama pemikiran matematika, diantaranya adalah: pengetahuan matematika, kegiatan metal dan perkiraan.
7. Konteks Orang Indonesia: Karya Marsigit
Marsigit dkk (2007) menjelaskan bahawa berdasakan UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 mengatakan bahwa sistem pendidikan Indonesia harus mengembangkan kecerdasan , kemampuan individual , meningkatkan kepemimpinan yang baik, kecintaan pada tanah air dan mempunyai tanggung jawab sosial, mengembangkan sikap positif, kepercayaan diri dan pengembangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar