By: Marsigit and Ida Supadmi
Reviewed by : Ridha Esty Argarini/P.Matsub’09/UNY
Salah satu usaha guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari matematika di tingkat SMP adalah dengan membuat proses belajar mengajar lebih nyaman , menarik dan dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah dengan maemaksimalkan penggunaan alat bantu dala proses pembelajaran hal ini bertujuan untuk mempermudah siswa dalam mempelajari matematika, terutama dalam memahami konsep yang bersifat abstrak yang menjadi kesulitan bagi sebagian besar siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang muncul pada siswa kelas dua SMP 5 Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, Indonesia di caturwulan 1 tahun pelajaran 2001/2001.
Kesuksesan proses belajar mengajar matematika bukan hanya karena guru sebagai pemberi informasi, sebagai komunikator dan sebagai fasilitator tetapi juga metode yang digunakan oleh guru tersebut. Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh dua factor yaitu factor internal dan factor eksternal. Faktor eksternal diantaranya seorang guru harus bisa memotivasi siswa dengan cara yang sekreatif mungkin. Sedangkan factor internalnya, menyangkut bahwa seorang siswa SMP kelas dua yang rata-rata usianya adalah 12-15 tahun pada masa ini siswa sedang beralih dari masa berfikir sesuatu yang nyata berubah ke pemikiran yang lebih abstrak sehingga alat bantu pembelajaran yang digunakan oleh guru harus dapat membantu proses peralihan berfikir siswa. Selain itu guru juga harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka secara mendiri, tetapi tetap membimbing dan mengawasi.
Penelitian yang dilakukan adalah termasuk penelitian tindakan kelas. Rancangan pelaksanaannya adalah dengan melaksanakan proses pembelajaran dengan struktur pengenalan materi, pengembangan materi, aplikasi materi dan penutupan, dimana proses pengembangan dan aplikasi materi dilakukan di luar dan di dalam kelas. Sedangkan topic yang digunakan adalah kuadrat dan akar kuadrat, garis sejajar dan teorema phytagoras. Hasil penelitian dilihat dari peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika yang mengindikasikan bahwa siswa termotivasi untuk belajar matematika.
Setelah dilakukannya serangkaian dari rencana penelitian di atas diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan alat bantu seperti papan paku, karet gelang, kartu, lembar kerja siswa, kertas transparan dan potongan kayu dapat digunkan sebagai model dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Sehingga sangat disarankan bagi guru untuk menggunakan alat bantu pembelajaran yang bervariasi pada setiap pembelajaran matematika tentunya alat bantuk yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.
By: Marsigit and Ida Supadmi
Reviewed by : Ridha Esty Argarini/P.Matsub’09/UNY
http/:ridhaestyargarini.blogspot.com
Salah satu usaha guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari matematika di tingkat SMP adalah dengan membuat proses belajar mengajar lebih nyaman , menarik dan dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah dengan maemaksimalkan penggunaan alat bantu dala proses pembelajaran hal ini bertujuan untuk mempermudah siswa dalam mempelajari matematika, terutama dalam memahami konsep yang bersifat abstrak yang menjadi kesulitan bagi sebagian besar siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang muncul pada siswa kelas dua SMP 5 Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, Indonesia di caturwulan 1 tahun pelajaran 2001/2001.
Kesuksesan proses belajar mengajar matematika bukan hanya karena guru sebagai pemberi informasi, sebagai komunikator dan sebagai fasilitator tetapi juga metode yang digunakan oleh guru tersebut. Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh dua factor yaitu factor internal dan factor eksternal. Faktor eksternal diantaranya seorang guru harus bisa memotivasi siswa dengan cara yang sekreatif mungkin. Sedangkan factor internalnya, menyangkut bahwa seorang siswa SMP kelas dua yang rata-rata usianya adalah 12-15 tahun pada masa ini siswa sedang beralih dari masa berfikir sesuatu yang nyata berubah ke pemikiran yang lebih abstrak sehingga alat bantu pembelajaran yang digunakan oleh guru harus dapat membantu proses peralihan berfikir siswa. Selain itu guru juga harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka secara mendiri, tetapi tetap membimbing dan mengawasi.
Penelitian yang dilakukan adalah termasuk penelitian tindakan kelas. Rancangan pelaksanaannya adalah dengan melaksanakan proses pembelajaran dengan struktur pengenalan materi, pengembangan materi, aplikasi materi dan penutupan, dimana proses pengembangan dan aplikasi materi dilakukan di luar dan di dalam kelas. Sedangkan topic yang digunakan adalah kuadrat dan akar kuadrat, garis sejajar dan teorema phytagoras. Hasil penelitian dilihat dari peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika yang mengindikasikan bahwa siswa termotivasi untuk belajar matematika.
Setelah dilakukannya serangkaian dari rencana penelitian di atas diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan alat bantu seperti papan paku, karet gelang, kartu, lembar kerja siswa, kertas transparan dan potongan kayu dapat digunkan sebagai model dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Sehingga sangat disarankan bagi guru untuk menggunakan alat bantu pembelajaran yang bervariasi pada setiap pembelajaran matematika tentunya alat bantuk yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar